Metode Perhitungan Jumlah Gaji yang Harus Ada di Payroll Software Indonesia

No Comments
Payroll Software Indonesia

Payroll software Indonesia belakangan semakin banyak dimanfaatkan oleh perusahaan lantaran dapat memudahkan perhitungan gaji karyawan. Dimana terdapat beberapa mekanisme penghitungan upah karyawan tersebut yang dibedakan berdasarkan jenisnya. Berikut pahami metode perhitungan jumlah gaji yang dimaksud, yang mana harus ada di software payroll.

Metode Perhitungan Jumlah Gaji Karyawan

1.Uang Lembur

Untuk karyawan yang telah bekerja melebihi waktu kerjanya, maka perusahaan wajib membayar uang lembut atas pekerjaan tersebut. Misalnya saat karyawan bekerja pada hari libur resmi atau istirahat mingguan mereka. Adapun fungsi dari uang lembur tersebut yakni sebagai kompensasi, dan telah diatur di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Dimana waktu kerja lembur sendiri yaitu waktu kerja yang melebihi 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu, atau melebihi 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja. Menurut ketentuan, kerja lembur ini hanya bisa dilakukan paling banyak 3 jam dalam 1 hari dan 14 jam dalam 1 minggu.

2.Gaji Pekerja yang Tidak Masuk Kerja

Selain uang lembur, metode perhitungan lainnya yang harus ada di payroll software Indonesia yaitu gaji pekerja yang tidak masuk kerja. Hal ini diatur dalam PP 78 Tahun 2015 pasal 24 yang berisi tentang Perlindungan Upah. Jadi untuk beberapa alasan, pekerja tetap berhak atas gajinya meskipun mereka tidak masuk kerja. Misalnya sakit, menikah, masa haid, anggota keluarga meninggal, dan lain sebagainya.

3.Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Di perusahaan, umumnya setiap pekerja akan diberikan benefit berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Iurannya dipotong dari gaji, sehingga perhitungan gaji di sistem payroll harus melibatkan iuran BPJS tersebut. Dimana BPJS Kesehatan sendiri digunakan untuk menanggung kebutuhan kesehatan, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan menanggung kebutuhan selama waktu kerja maupun sesudahnya.

4.Pesangon

Dalam Undang Undang, diatur pula mengenai pesangon. Uang pesangon ini harus dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan yang telah memberikan loyalitasnya dan mencapai masa pensiun. Adapun komponen yang termasuk di dalam pesangon yaitu upah pokok dan tunjangan tetap, yang diberikan pada para pekerja dan keluarganya.

Dasar perhitungannya sendiri dikalkulasikan dari besaran upah yang diterima karyawan, apabila uang pesangon diberikan tanpa tunjangan. Dan besarannya sendiri tergantung dari masa kerja karyawan. Seperti masa kerja 1 tahun berhak atas 1 bulan upah, masa kerja 1-2 tahun berhak atas 2 bulan upah, dan seterusnya. Sehingga perhitungan ini perlu ada di payroll software Indonesia.

Komponen komponen gaji memang banyak macamnya, sehingga dibutuhkan software payroll terbaik yang dapat menghitung jumlah gaji secara akurat berdasarkan komponen tersebut. Seperti software dari Soltius Indonesia, dengan fitur lengkap yang akan membantu anda mengelola gaji karyawan maupun segala hal yang berkaitan dengan payroll perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.